Setiap adanya hajat Pilkades, Pilkada, Pilpres di negeri ini tak ubahnya seperti panggung arena tinju, gulat atau bahkan sabung ayam. Bagaimana tidak para pendukungnya dan tim sukses sbg promotor mengelu-elukan jagonya yakin akan menang . Mereka berusaha memamerkan kehebatanya dan menutupi kekuranganya.
Pun mereka juga adu yel yel dan adu jargon- jargonnya. Kadang sampai mematikan nalarnya seolah terhipnotis olehnya. Lebih mengherankan lagi itu terjadi pada orang-orang notabene berpendidikan tinggi, berilmu tinggi ada sebagai Sarjana, Master, Doktor, Profesor.
Dan di dalamnya para pendukung ada perjudian mengikuti di arena tersebut. Tak heran kalau para pemenang adalah bak para juara yg berhak memegang sabuk juara...ketimbang sebagai seorang paling bijaksana memegang amanah.
Rabu, 16 Maret 2016
Minggu, 13 Maret 2016
Bahayanya infra beragama dan ultra beragama
Beragama itu ya pasti bercahaya, ibarat cahayanya yang putih jika dibiaskan jadi warna-warni me-ji-ku-hi-bi-u (merah,jingga,kuning,hijau,biru,ungu). Kalo beragamanya masih berwarna ya ga akan menyusahkan, menyulitkan hidup tapi bahkan akan memberi petunjuk hidup lebih mudah dan nyaman penganutnya dan sekitarnya jadi indah.
Yang jadi masalahnya yang beragama di luar me-ji-ku-hi-bi-u yang bikin rumit permasalahan. Seperti warna dibawah merah alias infra merah atau warna diatas ungu alias ultra ungu atau ultra violet yang merusak hidup mengganggu kenyamanan alam dunia ini.
Di istilahkan manusia yang infra beragama (inferior pada agama atau gagal faham agama) dan ultra beragama (berlebihan merasa paling super dalam beragama alias timbul kesombongan beragama) yang bikin tatanan kehidupan jadi ruwet, rumit, amburadul alias acak kadut.
Dan anehnya ya ga keliatan mata beragama seperti itu ya seperti sifat warna infra merah dan ultra ungu. Merekapun tentu ga mau dikenali.
Saking bahayanya ya kaya gerhana matahari yg lalu kita ga boleh liat langsung karena bahayanya sinar infra merah dan ultra ungu.Begitupun berbahayanya infra beragama dan ultra beragama.
Yang jadi masalahnya yang beragama di luar me-ji-ku-hi-bi-u yang bikin rumit permasalahan. Seperti warna dibawah merah alias infra merah atau warna diatas ungu alias ultra ungu atau ultra violet yang merusak hidup mengganggu kenyamanan alam dunia ini.
Di istilahkan manusia yang infra beragama (inferior pada agama atau gagal faham agama) dan ultra beragama (berlebihan merasa paling super dalam beragama alias timbul kesombongan beragama) yang bikin tatanan kehidupan jadi ruwet, rumit, amburadul alias acak kadut.
Dan anehnya ya ga keliatan mata beragama seperti itu ya seperti sifat warna infra merah dan ultra ungu. Merekapun tentu ga mau dikenali.
Saking bahayanya ya kaya gerhana matahari yg lalu kita ga boleh liat langsung karena bahayanya sinar infra merah dan ultra ungu.Begitupun berbahayanya infra beragama dan ultra beragama.
Selasa, 08 Maret 2016
SYARAT PEMIMPIN
Syarat-syarat seorang pemimpin menurut Islam.
Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Dalam Islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan tentang pemimpin yang baik diantaranya :
1. Beriman dan Beramal Shaleh
Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah dan rasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akherat. Disamping itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal soleh.
2. Niat yang Lurus
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” Karena itu hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhoan ALLAH saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.
3. Laki-Laki
Dalam Al-qur'an surat An nisaa' (4) :34 telah diterangkan bahwa laki laki adalah pemimpin dari kaum wanita. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “ “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya).
4. Tidak Meminta Jabatan
Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu, ”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
5. Berpegang pada Hukum Allah
Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin. Allah berfirman, ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).
6. Memutuskan Perkara Dengan Adil
Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).
7. Menasehati rakyat
Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”
8. Tidak Menerima Hadiah
Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati.Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda, ” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).
9. Tegas
Ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.
10. Lemah Lembut
Doa Rasullullah : "Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya"
Selain poin- poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud di sini adalah Sidiq(jujur), Tablig(menyampaikan), amanah(dapat dipercaya), fatonah(cerdas) Sidiq itu berarti jujur.
Bila seorang pemimpin itu jujur maka tidak adalagi KPK karena tidak adalagi korupsi yang terjadi dan jujur itu membawa ketenangan, kitapun diperintahkan jujur walaupun itu menyakitkan.Tablig adalah menyampaikan, menyampaikan disini dapat berupa informasi juga yang lain. Selain menyampaikan seorang pemimpin juga tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya karena
Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap ke butuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi). Amanah berarti dapat dipercaya.
Rasulullah bersabda, ” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim). Karena itu seorang pemimpin harus ahli sehingga dapat dipercaya.Fatonah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.
Setelah kita mengetahui sebagian ciri- ciri pemimpin menurut islam. Marilah kita memilih dan membuat diri kita mendekati bahkan jika bisa menjadi seperti ciri- ciri pemimpin diatas karena kita merupakan Mahasiswa dan sebagai penerus bangsa.
x
Langganan:
Postingan (Atom)

